BCS AN AMPROVED EXECUTIVE
PERFORMENCE MEASUREMENT SYSTEM
 

UKM JQH AL-MIZAN


PERSPEKTIF
UKURAN KINERJA EKSEKUTIF
Keuangan
Ø  Return on investment (pengembalian modal)
Dalam organisasi ini tidak ada rancangan pengembalian modal, karena dalam UKM ini hanya mengembangkan bakat agar tersalurkan
Ø  Revenue mix (pendapatan)
Dari rektorat pertahunnya mendapat 14-15 jutaan. Sedangkan pemasukan intern kami biasanya mendapatkan dari haril pementasan dari beberapa devisi, dan itu tidak tentu jumlahnya.
Ø  Asset turn over (pemanfaatan asset)
Digunakan untuk setiap kegiatan UKM, seperti pentas dan pelaksanaan agenda bulanan ataupun tahunan. Dan dari hasil pementasan tersebut sebagian dibagikan ke anggota dan sebagian lagi masuk ke kas.
Ø  Cost efectiveness (efektifitas biaya)
Sebenarnya dalam pembagian pemanfaatan uang kas, menurut kami sudah efektive, karena kami jarang mendapatkan kesulitan dalam masalah keuangan, kalaupun ada, itu karena keadaan yang mepet karena keuangan beulum cair. Kadang kami mendapatkan penggantinya dari penghasilan pementasan kami.
 
Customer
Ø  Jumlah customer baru
Jumlah customer baru meningkat setiap tahun, tetapi yang tetap aktivnya agak berkurang di banding tahun kemarin. Karena ada beberapa masalah, seperti banyaknya kuliah atau karna ada jam kuliah yang bentrok, dll.
Ø  Jumlah customer , non customer menjadi cutomer
Non anggota yang pindah menjadi anggota ataupun sebaliknya, sebenarnya tidak ada, tetapi mereka memang mengambil UKM double
Ø  Kesempatan waktu (layanan customer)
UKM ini memberi kesempatan leboh panjang kepada mahasiswa yang ingin bergabung menjadi anggota, dan kami membuka pendaftaran sampai detik sebelum diklat
 
Proses Bisnis Intern
Ø  Cycle time (siklus waktu)
Siklus waktu masing-masing divisi berbeda-beda, disesuaikan dangan kesempatan dan pelaksanaannya juga dilaksanakan tidak pada satu tempat
Ø  On time delivery (ketepatan waktu)
Di setiap agenda kegiatan, ketepatan waktu bisa dijaga. Namun ketika ada problem, maka anggota berani mengulur waktu, tapi dengan catatan tetap konsisten dengan kesepakatan
Ø  Cycle efectiveness (siklus efektif)
Waktu / agenda  yang telah diatur sudah cukup efektif, dan tidak ada waktu/jam yang bentok antar agenda
 
Pembelajaran dan pertumbuhan
Ø  Skill coverage (ketrampilan meningkat)
Dilihat dari segi ketrampilan dan kreatifitasnya semakin meningkat. Dan ketrampilan tersebut bisa dengan lancar tersalurkan
Ø  Quality worklife index (kualitas hidup/ditingkatkan)
Kualitas UKM meningkat dari segi management.
 
 

Kesimpulan :
Berdasarkan pengamatan melalui 4 perspektif kinerja eksekutif dari UKM Al-Mizan ini, kami menyimpulkan bahwa UKM Al-Mizan ini bisa dianggap sukses, karena talah memenuhi beberapa dari kriteria diatas. Hanya saja sedikit kurang maksimal pada perspektif jumlah customernya.